| PEREGANGAN BERPASANGAN |
| Sebagai pedoman, pada umumnya tahapan-tahapan dalam melakukan peregangan berpasangan tidak berbeda dengan peregangan tanpa pasangan, yaitu: Hembuskan nafas pada proses membentuk sikap tertentu, kemudian bertahan pada posisi meregang dalam hitungan tertentu. Kedua orang yang sedang berlatih harus selalu berkomunikasi. Yang berperan sebagai pembantu harus tahu batas daya regang otot temannya, demikian juga yang sedang melakukan peregangan harus memberitahu pada temannya, apakah sudah cukup atau belum. Akhiri peregangan dengan mengendurkan otot kembali. Lakukan bagian kanan dan kiri secara bergantian. Peregangan berpasangan dapat dilakukan sambil berdiri, duduk, atau berbaring. Anda dapat memodifikasi jenis peregangan ini dengan teknik-teknik yang lain, namun harus dengan bimbingan seorang yang ahli, karena sebagaimana telah diterangkan, apabila peregangan dilakukan tanpa cara yang benar, bukan manfaat yang didapat melainkan cedera yang mungkin terjadi |
| PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL BERDIRI
|
| PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL DUDUK
|
| PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL BERBARING
|
Senin, 29 Juni 2009
PEREGANGAN
TEKNIK TANDING PENCAK SILAT
SERANGAN LANGSUNG |
|
Peraga: Dede Iman Nurgana, Deden Herdiansyah - Penata Teknik: Gending Raspuzi |
| Serangan langsung dapat dilakukan terhadap posisi atau sikap pertahanan lawan yang diperkirakan lemah. Anda perlu memperkirakan jarak ideal anda dengan lawan. Jarak yang terlalu jauh memerlukan waktu yang relatif lebih lama dalam menjangkau sasaran. Selain itu lawan akan mudah menerka ke mana arah serangan, sehingga lawan akan mudah mengantisipasinya. Demikian pula jarak yang terlalu dekat menjadikan serangan menjadi tidak efektif. Teknik serangan langsung memerlukan kecepatan tinggi, karena harus dianggap bahwa lawan berada dalam posisi siaga penuh saat menunggu serangan anda. Namun di sisi lain anda juga harus jeli dalam menilai sikap lawan. Perhatikan saat lawan lengah, tentukan waktu yang tepat untuk melancarkan serangan langsung. Tenaga yang akan dikeluarkan juga harus memiliki tenaga ledak (explosive) tinggi untuk mendapatkan hasil yang optimal.(Graspuzi) |
| A. Serangan langsung yang mendapat nilai 1 (satu) Serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran, atau elakan lawan. Serangan dengan tangan yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan teknik serangan menggunakan tangan dalam bentuk apapun, bertenaga, mantap, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dengan dukungan kuda-kuda atau tumpuan kaki yang baik. Di samping itu harus diperhatikan jarak jangkauan yang tepat dan lintasan serangan yang benar.
|
| B. Serangan langsung yang mendapat nilai 2 (dua) Serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran, atau elakan lawan. Serangan dengan kaki yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan teknik serangan menggunakan kaki dalam bentuk apapun, bertenaga, mantap, tidak disertai tangkapan/pegangan, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dengan dukungan kuda-kuda atau tumpuan kaki yang baik. Di samping itu harus diperhatikan jarak jangkauan yang tepat dan lintasan serangan yang benar.
|
| C. Serangan langsung yang mendapat nilai 3 (tiga) Teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan. Teknik jatuhan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menjatuhkan lawan sehingga bagian tubuh dari lutut ke atas menyentuh matras.
|